24 Mar 2012

Merubah Rasa Malas Menjadi Energy Positif

MALAS - Sudah berapa tahunkah Anda menangani tugas-tugas dikantor atau perusahaan yang sekarang? Jika masih baru, mungkin Anda merasa senang dengan pekerjaan itu. Tapi kalau sudah bertahun-tahun, apakah Anda masih merasa senang juga? Bagus jika iya. Tapi jika Anda sudah mulai diserang oleh rasa bosan, maka Anda harus segera mencari jalan keluarnya. Apakah Anda sudah menemukan jalan keluar yang saya maksud?
malas
Bagi saya, kebosanan itu adalah energy untuk berprestasi. Lho, kok bisa begitu? Tentu saja bisa jika tahu caranya sekaligus berkomitmen untuk menerapkannya dalam aktivitas kerja Anda sehari-hari. Tertarik untuk mengetahui caranya? Berikut ini adalah 5 strategy handal untuk menjadikan kebosanan dikantor sebagai daya dorong keberhasilan karir Anda.
  1. Konsekuen dengan pilihan Anda. Tidak ada orang yang memaksa Anda untuk menerima pekerjaan ini. Anda boleh menolaknya kapan saja, bukan? Mungkin Anda merasa itu bukan pekerjaan yang Anda idamkan sehingga Anda tidak memiliki ikatan emosional yang mendalam. Silakan selalu mencari pekerjaan idaman itu, tapi sebelum Anda mendapatkannya; Anda tidak memiliki pilihan lain selain berprestasi pada pekerjaan saat ini. Mengapa? Karena tanpa prestasi bukan hanya karir Anda yang tidak berkembang, melainkan juga akan sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan lain yang Anda idamkan itu.
  2. Ingatlah bahwa pekerjaan itulah yang menghidupi keluarga Anda. Tanyakan kembali apa tujuan Anda bekerja. Bukankah salah satunya untuk memperoleh nafkah atau penghidupan? Janganlah menunggu kehilangan pekerjaan terlebih dahulu untuk menyadari betapa pentingnya pekerjaan itu. Jika Anda bosan dengan pekerjaan, apakah Anda juga bosan dengan pendapatan yang Anda peroleh darinya? Jika masih membutuhkan pendapatan itu, maka Anda masih membutuhkan pekerjaan itu. Semakin kita mengingat betapa berharganya dia, semakin besar keinginan kita untuk menjaga dan menyelesaikannya dengan sebaik-baiknya.
  3. Antusias dalam mengerjakan tugas-tugas Anda. Antusiasme memiliki energy positif sehingga Anda akan senang mengerjakan apapun jika dilakukan dengan antusias. Ciri adanya antusiasme adalah ketika Anda melakukannya dengan tersenyum, mencurahkan energi dan pikiran penuh, serta menyelesaikannya tanpa cela sedikitpun. Begitu Anda melihat hasilnya yang memuaskan, Anda tahu bahwa Anda adalah orang yang hebat dalam menyelesaikan penugasan. Dan sekarang, Anda siap untuk menyelesaikan penugasan lainnya dengan sama antusiasnya.
  4. Mintalah tugas-tugas tambahan kepada Atasan Anda. Jika Anda menggunakan waktu kerja sebaik-baiknya, saya yakin Anda memiliki banyak waktu yang masih tersisa di kantor. Daripada Anda gunakan waktu itu untuk melakukan hal-hal yang tidak jelas, lebih baik Anda datang kepada atasan. Lalu katakan kepadanya; “Pak, tugas saya sudah selesai. Bolehkah saya meminta tugas tambahan?” Selain Anda akan mendapatkan tugas baru yang tidak membosankan, Anda juga akan dinilai secara sangat positif oleh atasan. Percayalah, untungnya banyak buat Anda.
  5. Berinovasi dalam cara mengerjakan tugas-tugas Anda. Bagi kebanyakan orang rasa bosan dikantor lebih disebabkan karena mereka telah melakukan aktivitas yang itu-itu saja selama bertahun-tahun. Siapa yang tidak akan bosan jika demikian? Maka dari itu, berinovasilah dengan pekerjaan Anda; maka pasti Anda akan menemukan hal baru yang menyenangkan. Gunakan pikiran kreatif, positif, dan produktif Anda untuk menemukan cara yang lebih menyenangkan dalam bekerja. Selain Anda sendiri akan senang, atasan dan teman-teman Anda juga akan memberikan kredit poin positif atas inisiatif Anda.Hingga tarap tertentu kebosanan dikantor itu masih bisa ditolelir. Tetapi, jika kebosanan itu membuat Anda mengabaikan tanggungjawab maka itu sama artinya Anda menyia-nyiakan hidup. Mendingan Anda berhenti bekerja saja. Tapi, itu kan bukan pilihan yang baik? Tetapi, coba lihat kembali ke-5 teknik yang saya jelaskan diatas. Bukankah dengan menerapkan ke-5 teknik itu Anda justru bisa mengubah kebosanan menjadi energy yang positif untuk mengembangkan karir Anda?


Sumber: http://teddyhariadi.com/

0 komentar:

Posting Komentar